Kamis, 20 September 2018

Perlukah sendiri?

Malam ini, kacau pikiranku. entah karena apa juga aku belum paham.
Berkali-kali kegiatan yang kusenangi kumainkan, tapi nyatanya aku masih kacau.
Alternatif lain, kuhubungi temanku. Siapapun yang sedang aktif di sosmednya. Ternyata tidak seorangpun yang merespon baik. Mereka hanya merespon seadanya. Oh, iya, kasian, sabar. Hanya itu yang terlontar dari mereka.

Mungkin ada yang pernah merasa seperti ini? Seperti seolah-olah sedang ada beban tapi saking banyaknya sampai bingung sendiri harus bagaimana. Memang betul. Meskipun kita terlahir sebagai makhluk sosial, tapi rasanya kita memang perlu waktu untuk sendiri. Sendiri disini maksudnya, memberikan ruang untuk diri tanpa adanya orang lain atau yang biasa kita sebut "Me Time". Biasanya hal ini kita jumpai saat kita sedang ada pikiran atau sebaliknya, kita sedang malas untuk mengurusi sesuatu. Seperti sedang ingin keluar dari rutinitas yang membosankan.

Saya sering mendapati momen seperti ini. Meskipun sedang berada dalam keramaian terkadang jika merasa bosan, Saya memilih untuk menjauh dari lokasi dan mencari kesunyian. Mungkin oleh sebagian temanku menganggap Saya tak suka dengan pesta ataupun segala hal yang menyangkut tentang kebisingan. Saya tidak ingin memaksa diri. Jika memang ingin sendiri, Saya akan bergegas pergi. Lalu menempatkan diri di bagian tersepi.

KENAPA INGIN SENDIRI?

Menurut Saya pribadi, Ada beberapa alasan kenapa kita terkadang lagi ingin sendiri:

1. Mungkin kita sedang lelah untuk berinteraksi dengan yang lain.
Memang betul kita juga butuh istirahat tanpa adanya gangguan dari apapun dan dari siapapun. Kita terlalu lelah bertemu dengan berjuta sifat yang mungkin saja berpotensi untuk menyakiti diri kita. Jadi, kita diizinkan untuk menjauh dari mereka dengan menyendiri dulu.

2. Alasan selanjutnya, sendiri membuat kita memiliki lebih banyak waktu untuk mencari atau mendapatkan inspirasi.
Karena dengan sendiri kita mampu untuk lebih fokus terhadap suatu hal. Dengan sendiri, kita memberikan kesempatan mengasah kepercayaan diri kita, tanpa bantuan orang lain.

3. Kita hanya ingin memberikan kesempatan untuk diri kita melakukan hal-hal yang tidak bisa kita kerjakan jika berada ditengah-tengah keramaian.
Well, alasan ini terkadang membuat kita lebih bebas mengekspresikan diri. Apapun yang ingin kau kerjakan, Kau bebas.

4. Situasi "Me Time" ini memberikan kita waktu untuk memperbaiki diri kita menghadapi hari-hari selanjutnya.
Dengan memberikan waktu untuk diri sendiri, kita lebih bisa mengkoreksi diri. Tentang hal-hal apa saja yang tidak perlu dan apa saja yang dianggap perlu untuk dikerjakan.

5. Yang terakhir, Diri kita punya hak untuk bahagia.
Punya hak untuk mengerjakan apa yang dia suka. Jadi, maksimalkan waktu sendirimu untuk membahagiakan dirimu sendiri.

APA SAJA KEGIATANKU SAAT "ME TIME" ?

Hal-hal yang ingin kulakukan jika berada dalam situasi seperti ini adalah seseorang yang bersedia menjadi pendengar hebat untukku. Saya memang orang yang sangat senang bercurhat ria. Namun, realita dijaman sekarang ini, sangat sulit untuk menemukan orang yang memang bersedia meluangkan waktunya mendengar semua keluh kesah kita. Solusi terbaik dari masalah ini adalah Saya bercerita melalui tulisan. Yah, wadah yang bagus. Dengan menulis, kita bisa mengungkapkan segala hal. Menuangkan semuanya menjadi sebuah catatan kecil. Dengan menulis, tersalurkan sudah semua keluh kesah. Dan dengan menulis, terungkap semua hal yang tidak bisa tersampaikan secara lisan.

Diamku bukan bungkam. Hanya saja aku lebih memilih bersahabat dengan pena. 
Bukan karena tidak punya mulut untuk bercerita, karena kuyakin dengan tulisan Saya mampu bersuara lebih lantang.

-Alifah Nurkhairina-


Menurut Saya menulis adalah suatu ekspresi diri. Menulis meninggalkan kisah. Menulis membuat kita mampu tercatat oleh sejarah. Seseorang dengan tulisannya mampu dikenal. Dengan tulisan juga, kita tidak perlu lagi sia-sia menceritakan semuanya kepada orang yang memang tidak respect dengan cerita kita. Dengan menulis, kita tidak lagi memaksa siapapun untuk mengetahui kisah kita. Saya menulis untuk diri Saya dan untuk beberapa orang yang memang betul-betul peduli. Saya menulis, untuk menyimpan kenangan. Saya menulis untuk mengabarkan kepada mereka yang memang ingin tau kisahku. dan Saya bahagia bersahabat dengan tulisan.

Jadi, untuk teman-teman yang pernah mengalami hal yang sama. Cobalah untuk menulis. Tuangkan, ekspresikan dirimu menjadi sebuah catatan yang bisa kau baca berulang-ulang. Dengan tulisan kau mampu melihat dirimu dimasa lalu dan menilai dirimu seperti apa kau sekarang ini. Menulislah, ceritakanlah! Kabarkan kepada mereka yang sedang menunggu kisahmu!








Sudahkah kau membelai dirimu hari ini?
Setelah kau paksa untuk membahagiakan orang lain.

Sudahkah kamu memeluk dirimu hari ini?
Setelah seharian kau memaksanya menjadi orang lain.

Sudahlah, dirimu teramat sangat berharga. Kau berhak bahagia.

-Alifah Nurkhairina-

Jumat, 14 September 2018

Dare to Change - Sophie Paris Regional Conference 2018

Pada tanggal 8 September 2018 bertempat di Ballroom Maraja Hotel Sahid Makassar telah berlangsung event seru. Dare to Change!

Event kali ini bertemakan berani untuk berubah. Melewati meja registrasi dengan deretan bazar dari sophie paris itu sendiri sangat menggoda mata. Lalu kita disambut dengan kemeriahan acara yang dibuka dengan penampilan tari tradisional yang sangat elegant. Pengaturan lighting yang luar biasa juga mampu memanjakan para peserta event kali ini.

Pembukaan oleh Tari Kipas

Keunggulan dari event kali ini juga adalah Sophie Paris memberikan suguhan video yang sangat inspiratif. Mengangkat kisah nyata dari para pelaku pembentuk Sophie Paris itu sendiri sampai pada kisah orang-orang yang berangkat dari nol hingga menemui titik suksesnya. Sehingga event ini membuat semua pesertanya terhibur.

Event kali ini menampilkan beberapa pembicara yang hebat. Yang pertama, Mr. Gregory dengan mengangkat tema "Future is Bright". Dalam pembahasannya beliau memberikan tentang betapa saat ini perkembangan teknologi semakin canggih dan sangat menjanjikan. Oleh karena itu, sebagai manusia milenial kita dituntut untuk tidak gaptek atau gagap teknologi. Nah, dalam kesempatan itu, Mr, Gregory memberikan juga panduan singkat tentang penggunann QR Code.

Pembicara pertama oleh Mr. Gregory


QR Code itu sendiri adalah bentuk evolusi kode batang dari satu dimensi menjadi dua dimensi (Wikipedia.com). Sebelum memulai acara, kami dibagikan sebuah katalog terbaru dari Sophie Paris yang berisi koleksi-koleksi terbaru dan lengkap dengan QR Code masing-masing. QR Code ini sangat memudahkan kita dalam pembelanjaan. Selain dalam berbelanja, QR Code ini juga berfungsi sebagai salah satu akses untuk menjadi member di Sophie Paris itu sendiri. Caranya yaitu:
1. Buka aplikasi FB
2. Lalu pada bagian kanan atas ada tiga garis horizontal, klik disitu
3. Lalu scroll kebawah dan temukan see more
4. Lalu klik pada QR Code
5. Lalu scan QR Code pada katalog Sophie Paris
6. Setelah itu share ke halaman facebook kamu
7. Lakukan hal yang sama pada koleksi Sophie Paris favoritmu yang ingin dibagikan.

Katalog Sophie Paris koleksi terbaru


Cukup mudah bukan? Sekarang saatnya jadikan masa depanmu lebih cerah.

Pembicara kedua, oleh Mr. Bruno dengan tema "Dare to Change" Pada kesempatan kali ini, Mr. Bruno Hasson menjelaskan tentang tips untuk menjemput sukses. Sekedar informasi, Mr. Bruno Hasson ini merintis Sophie Paris dari nol. Beliau memulai bisnis nya dengan membuat 5 tas sebagai awal berkarir dan dengan ketekunan dan usaha yang tidak kenal lelah, Sophie Paris kemudian berkembanga dan menjadi brand favorit wanita-wanita di Indonesia. pada kesempatan ini juga Mr. Bruno memberikan 3 point penting dalam menuju sukses ala Sophie Paris:
1. Percaya diri
2. Menjadi Brand Sophie Paris
3. Aktif dengan teknologi

Oleh Bruno Hasson

Setelah itu, dilanjutkan oleh Maria Ulfa selaku leader testimony yang berprestasi. Dengan modal ketekunan dan kesabaran. Beliau menceritakan pengalamannya sebagai leader testimony yang memulai semuanya dari nol dan tanpa modal. Beliau menceritakan bahwa tidak ada modal, dia hanya menjual kembali produk dari Sophie Paris dengan cara membagikan katalog di halaman facebooknya, lalu jika ada yang ingin membeli barulah Mba Maria ini memesan barang yang ingin dibelii. Jadi betul-betul tidak pake modal. Sekarang beliau sudah semakin sukses. Undangan mengisi acarapun juga banyak berdatangan. Selain Mba Maria, ada juga Mba Rita Yiswa. Selaku BC Sophie Paris. Beliau juga menceritakan pengalamannya dengan Sophie Paris yang juga sangat inspiratif. 

Dipenghujung acara, kami disajikan Fashion Show New Product dari Sophie Paris yang sudah tidak diragukan lagi koleksinya. Modis, kece dan kekinian.

Sebagai apresiasi, para pembicara diberikan hadiah khas Makassar berupa Songkok Bugis dan juga kain songket. Event yang sangat keren dan inspiratif!

Pemberian kenang-kenangan kepada para Pembicara





Rabu, 20 Juni 2018

Kututup Rambutku dengan HIJUP, Kututup datang bulanku dengan Softex Daun Sirih



Sebagai wanita “zaman now” yang memiliki peran penting untuk ikut serta dalam kegiatan-kegiatan yang positif, perempuan Indonesia dituntut untuk terus aktif dan terus berinovasi. Namun, terkadang perempuan Indonesia seringkali terluput dalam merawat diri terutama merawat organ kewanitaan. Organ kewanitaan merupakan aset yang sangat berharga untuk masa depan, yang sangat sensitif dan perlu perawatan yang intensif untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Perempuan Indonesia seringkali tidak punya waktu untuk mencari tahu bagaimana cara yang benar dan tepat untuk perawatan organ kewanitaan terutama saat datang bulan dan keputihan. Melihat fenomena ini, Softex Daun Sirih berkolaborasi dengan HIJUP mengadakan Women Health Talkshow bertemakan "Ngobrol Sehat, Bebas Worry" bersama Ashry Rizkqky Rabani (influencer), Anastasia Erika (Brand Representative PT. Softex Indonesia) dan dr. Bram Pradipta, SpOG (Specialis obstetri ginekologi).


Talkshow yang dilaksanakan pada Jumat, 8 Juni 2018 pukul 14.00 WITA ini menjadi salah satu moment yang sangat tepat bagi kami, karena telah mewadahi pada blogger Makassar untuk bisa bertemu sapa dan juga bisa memberi kesempatan kepada para blogger agar tetap bisa menyalurkan bakat menulisnya melalui blog competition sebagai follow-up nya. Event ini juga menampilkan dekorasi yang cantik dan terlihat asri dengan paduan warna hijau dan putih. Tatanan meja peserta yang begitu rapi dan terlihat mewah ini menjadi nilai tambah pada event kali ini. Hampers yang berisi beberapa produk dari Softex Daun Sirih serta hijab cantik dari brand ternama yaitu HIJUP sangat menggoda dan menjadi buah tangan yang nyaris sempurna pun telah mampu menggores senyumku saat perjalanan pulang.


Sebagian kecil dari tampak dekorasi meja peserta

Hampers pada event kali ini

Event yang diadakan di On20 Bar & Dining Sky Lounge Makassar ini merupakan event pertama kali yang Saya hadiri dan meninggalkan kesan yang cukup menyenangkan. Diawal acara, kami disambut oleh panitia dengan senyum ramah dan mengarahkan kami dengan sopan. Selanjutnya kami disajikan penjelasan-penjelasan mengenai keluh kesah masalah nyeri pada saat datang bulan dan gejala-gejalanya. Lalu oleh dr. Bram, dijelaskan terkait masalah keputihan serta beberapa solusi ringan dan penutup talkshow Kami diberikan solusi untuk segala masalah datang bulan oleh mba Anastasia dengan produk yang sangat menjanjikan dari Softex Daun Sirih.


Suasana talkshow oleh pemateri

Softex Daun Sirih ini memiliki antiseptik alami ekstrak daun sirih efektif untuk menghambat pertumbuhan bakteri. Melihat perempuan Indonesia yang juga begitu aktif berkegiatan, Softex Daun Sirih ini juga memiliki keunggulan yaitu mampu menyerap satu detik sehingga permukaan tetap kering dan nyaman saat beraktivitas. Selain itu Softex Daun Sirih juga teruji klinis oleh Australian Dermatologist, aman bagi kulit sensitif dan yang utama adalah produk ini bersertifikasi HALAL, jadi tidak diragukan lagi, produk ini sangat cocok digunakan untuk Perempuan Indonesia.


Beberapa Varian dari Softex Daun Sirih adalah:

1. Softex Daun Sirih Slim regular flow 23 cm (wing/non wing)
2. Softex Daun Sirih Slim Extra Heavy Flow 36 cm
3. Softex Daun Sirih Slim Heavy Flow 29 cm
4. Softex Daun Sirih Panty Liners Longer and Wider 18 cm
5. Softex Daun Sirih Panty Liners 15 cm

Varian Softex Daun Sirih


Selain bincang-bincang mengenai masalah pada saat datang bulan, talkshow ini juga menyajikan mengenai tehnik-tehnik flatlay photography oleh Sandhy Geta yang begitu mengasikkan, karena para peserta bisa langsung merasakan untuk mengatur sendiri barang-barang disekitarnya dan dijadikan sebagai flatlay dan tentunya produk dari Softex Daun Sirih dan HIJUP sebagai focus point nya.


"Sebagai bentuk apresiasi HIJUP kepada konsumernya, maka HIJUP memberikan Kode Voucher potongan belanja di HIJUP.com dengan ketentuan discount Rp.50.000 dengan minimum pembelanjaan Rp. 250.000.
KODE VOUCHER: HIJUPSFTXMKS
dengan masa berlaku kode voucher hingga 12 Agustus 2018."
Silahkan Klik Gambar dibawah ini
Banner Competition


Saat peserta diperkenankan naik keatas panggung untuk melihat langsung tehnik membuat flatlay photography


Selanjutnya talkshow ini dibungkus rapi dengan moment buka puasa dan juga sesi foto bersama pada penghujung acaranya. Acara yang begitu sederhana namun mewah. Meski acaranya sempat ngaret pada saat pembukaan, namun hal ini tidak bisa dihindari apalagi di Indonesia. Panitia yang cekatan dan mampu menghandle masalah yang tiba-tiba muncul menjadikan acara ini keren. Over all, event ini sukses sebagai kesan pertamaku. Semoga sukses selalu..

Dokumentasi foto bersama



#HIJUPxSoftexDaunSirih
#BersihSehatBebasWorry
#HIJUPBLOGGERSMAKASSAR
#RamadhanRayaHIJUP
#HIJUP
#WomenHealthyPedia

23-Ramadhan-1439H
~Alifah Nurkhairina~

Selasa, 12 Juni 2018

Fenomena "Bukber"

Bukber atau buka bersama adalah agenda rutin setiap Bulan Ramadhan. Bukber ini oleh sebagian orang dijadikan ajang untuk reunian dengan teman lama atau teman baru sekalipun. Banyak kegiatan yang bisa dilakukan sebelum bukber, diantaranya adalah mengadakan kegiatan bakti sosial yang dirangkaikan buka puasa bersama anak panti, membuat acara reuni teman sekolah dan masih banyak yang lainnya. Tujuan dari bukber itu sendiri adalah sebagai ajang untuk bersua lagi dengan kawan lama, membandingkan keadaan teman lama kita dengan keadaanya sekarang, mencuri waktu agar semakin dekat sama si doi, sekedar mengabadikan moment agar bisa dipamer dimedia sosial, ataupun untuk mencuri kesempatan melihat mantan apakah masih sendiri atau sudah ada yang mendampingi, hihi..

Namun, beberapa diantaranya juga menganggap bukber adalah suatu kegiatan yang kurang bermanfaat. Maksudnya disini ialah kegiatan ini menyita cukup banyak waktu kita yang seharusnya kita maksimalkan beribadah. Apalagi biasanya jika reuni ini dalam skala besar terkadang dilaksanakan pada akhir-akhir ramadhan. Tujuannya tidak lain dan tidak bukan untuk menunggu anggotanya yang rantau pulang dari tanah rantau agar bisa bergabung memeriahkan kegiatan dan alasan lain juga mungkin persiapan yang masih kurang jadi mungkin diakhir Ramadhan lebih matang untuk dieksekusi. Biasanya karena adanya kegiatan ini perhatian kita teralihkan dari hal yang seharusnya dilaksanakan dibulan Ramadhan yaitu memaksimalkan ibadah kepada Allah.

Melihat fenomena ini biasanya muncul lah segelintir orang yang rela membuang waktu, tenaga, fikiran dan biaya untuk "mengadakan" kegiatan ini. Biasanya ciri-ciri orang ini adalah orang yang paling semangat mencari hari yang tepat untuk kegiatan bukber ini. Orang yang paling rajin mengingatkan di grup-grup media sosial perihal tanggal kegiatan. Biasanya ada beberapa yang merespon setuju dan adapula yang membatalkan karena beberapa alasan (alasan umumnya sih, karena sudah ada janji bukber yang lebih dulu diagendakan). Tapi orang ini tetap saja berupaya agar kegiatan bukber, harus jadi.

Setelah bersusah payah mengkoordinir kegiatan, orang ini tidak banyak kerja ataupun bicara saat hari kegiatan. Lebih tepatnya, dia risau kalau kegiatan yang selama ini dikoordinirnya tidak berjalan sesuai rencana ataupun tidak meninggalkan kesan positif kepada mereka-mereka penikmat kegiatan bukber. Meski begitu, satu hal yang harus ditekankan , bahwa orang ini berhasil "meng-ada-kan" cara buka puasa bersama, sesuai permintaan anggota grup.

Ditahun ini, Saya pribadi meminimalisir kegiatan bukber ini. Entah mengapa, kegiatan bukber yang tiap tahunnya Saya nanti, kini tidak lagi menarik. Yang dulunya jika sedang didiskusikan mengenai bukber Sayalah orang yang paling bersemangat, dan jika batal Sayalah yang paling kecewa. Ditahun ini, entah mengapa Saya merasa tidak lagi bergembira jika ada "wacana" mengenai bukber ini. Saya lebih senang jika teman-teman digrup satu persatu mengutarakan alasannya tentang kapan dan dimana diadakan dan tiba-tiba segelintir orang digrup datang untuk mengecilkan peluang teradakannya kegiatan bukber ini. Saya bersyukur. Mengapa demikian? Ibu saya pernah berkata mungkin menurutnya hanya pesan yang lewat dikepala Saya, Namun, setiap kata yang diucapkannya Saya selalu memasukkannya, mengingatnya sebaik mungkin. Ibu Saya bilang "Bahagianya kurasa, Nak. Kalau sama-samaki bukapuasa dirumah" Itu kalimat sederhana mungkin, Namun dalam maknanya. Semenjak kata-kata itu terlontar, Saya sebisa mungkin, dan harus bisa, membatalkan undangan buka puasa yang tidak terlalu wajib Saya hadiri dan Saya tidak terganggu akan hal ini.

Pesan yang ingin Saya sampaikan dalam tulisan Saya kali ini, Jangan biarkan waktumu terlalu lama diluar rumah. Kalian seringkali berusaha terus untuk mencari kebahagiaan ataupun kebaikan diluar sana, tapi kalian lupa akan kebaikan yang utama di rumah, yaitu menyenangkan hati orang tua. Ridho Allah, Ridho orang tua. Bisa jadi beberapa acara bukber yang kalian koordinir tidak berjalan baik sebab, orang tuamu yang sedikit cemas saat kau diluar rumah sehingga Ridhonya sedikit samar. Jangan takut membatalkan agenda undangan buka puasa bersama, mulailah perlahan, mungkin sulit tapi akan bisa karena biasa. Cobalah gunakan waktumu untuk memaksimalkan ibadah kepada Allah. Dimana bulan Ramadhan ini bulan yang sangat mulia. Segala kebaikan dilipatgandakan. Bersyukurlah kepada Allah, gunakan untuk memohon ampun atas dosa yang telah lalu, jangan sebaliknya, malah menambah dosa. Yuk perbanyak istigfar. Saling mengingatkan kita.. Semoga Allah menjaga kita dari segala keburukan... Aamiin

#SELFREMINDER
#SemogaBermanfaat
#27Ramadhan1439H

Gowa, 00.25 WITA
Alifah Nurkhairina

-Jangan lupa tinggalkan jejak, agar Saya tau siapa orang baik yang sudah membaca tulisan Saya- 😊

Selasa, 29 Mei 2018

Yang katanya "sayang"

Mencintai adalah fitrah. Setiap anak cucu adam diberikan kesempatan untuk bisa merasakan cinta, bahkan bisa sampai jatuh. Namun, seringkali cinta disalah artikan. Contohnya saja cinta kepada lawan jenis. Mencintai lawan jenis memang tak salah, bahkan kita tergolong manusia normal jika pernah merasakannya, dan sulit memang menolak jika cinta itu sudah merayu-rayu. Sayapun termasuk orang yang sulit menolak kedatangan cinta jika ia sudah melambai menggoda.

Namun, cinta ini sedikit dibatasi dalam Islam. Islam sudah mengatur sedemikian rupa teknik mencintai yang disenangi Allah. Mencintai lawan jenis sah-sah saja asalkan pada waktu yang sudah diRidhoi. Belakangan ini Saya mulai tertarik membahas masalah ini. Dimana kebanyakan para remaja memilih jalan pacaran sebagai bukti cintanya kepada orang yang ia sukai. Memilih untuk menjalin suatu hubungan agar mereka saling terikat dan merasa memiliki satu sama lain. Katanya jika ada hubungan, maka keduanya telah saling berjanji untuk tidak berpaling sampai masa yang tidak bisa diprediksi atau yang lebih akrab disapa "putus".

Dari mereka Saya mulai belajar. tentang kesabaran, kenapa sabar? Disaat Saya melihat mereka tengah berdua, menjalani kegiatan bersama, mengabadikan kebersamaannya melalui sosial media, disitu saya miris. Sebagai manusia biasa Saya juga saat ingin. Bisa berkomunikasi dengan orang yang disukai, melaksanakan kegiatan berdua, membuat janji dan merancang temu, setiap hari bahkan setiap rindu. Mengabadikan momen, dan memamerkannya kepada orang banyak. Nah dari sinilah Saya belajar apa itu sabar.

Pelajaran kedua yang Saya jumpai pada fenomena ini adalah belajar mengikhlaskan dan belajar menerima garis kehidupan. Harusnya Saya bahagia, Allah menjauhkan Saya dari salah satu jalan zina. Membuat jarak dan kemudian perlahan hilang, begitu rencana Allah yang ditimpakan kepada Saya jika sudah mulai menyukai seseorang. Dan juga belajar berfikir positif kepada Allah.

Kelemahan pria adalah wanita, beberapa teman Saya yang lelaki tiba-tiba saja berubah kepribadian setelah berpacaran. Mereka seperti hilang aura tatkala harus menemani wanitanya hampir kesetiap sudut kota. Seperti hilang harga diri saat dimaki-maki oleh wanitanya saat tidak memberi kabar setiap waktu ataupun jika lupa mengabadikan foto bersama di media sosial miliknya. Terkadang saya miris. Ketahuilah, ditusuk besi yang panas jauh lebih baik daripada harus menyentuh yang bukan mahram. Takutlah!

Untuk para saudariku, Saya bukan manusia yang sempurna, tapi Allah menyuruh untuk saling menasehati. Barangkali Saya lebih hina dimata Allah, tapi Saya hanya berpesan untuk siapapun yang melihat ini berhentilah menjalin hubungan dengan lawan jenis. Sesungguhnya jika terjalin suatu hubungan yang dimurkai oleh Allah, maka yakinlah pihak wanitalah yang paling merugi. Astagfirullah.. Jangan sampai kita menodai diri-diri kita karena cinta yang kita berikan kepada orang yang belum jelas akankah akhirnya dialah takdirmu atau bukan. Yang kau ungkapkan sayang kepadanya nyatanya sama sekali salah. Kau membatasi ruangnya. Kau menjauhkan dia dari jodohnya. Itukah bukti sayangmu?

Bukankah kalian menginginkan lelaki baik? Apakah jika memang akhirnya kau dipertemukan dengan yang baik, bukankah kau harusnya menghadiahkannya sebuah kesucian, bahwa masa mudamu dihabiskan untuk hal positif, bahwa cinta yang mulai kau rasakan kau palingkan kearah yang diRidhoi Allah. Bahwa memang kau menyimpan sucinya cintamu untuk Imam yang memang pantas menerimanya,

Bukankah cinta pertama seorang gadis adalah Ayahnya? Tegakah kau bagi cintamu kepada orang asing? Padahal Ayahmu tidak meminta lebih, dia tidak pernah memaksamu untuk melebihi kemampuanmu, bahkan Ayahmu tidak berani untuk melukai raga dan batinmu, sedikitpun, Yang segala gerak-gerikmu menjadi kunci disurga atau neraka kah Ayahmu akan kembali? Bukankah seharusnya kau maksimalkan cintamu kepadanya sebelum tanggung jawabnya jatuh kepada pria yang terbaik? Benarkah?

Untuk kaum Adam, alihkan cintamu kepada yang baik. Jangan biarkan dia tumbuh mendominasi jiwamu. Jika memang kau mencintainya, jangan bawa dia ke jalan zina. Datangi secara baik dan utarakan yang kau mau, muliakan lah wanita yang kau cintai. Terlebih lagi jika kau masih memiliki seorang Ibu. Habiskan waktu dan cintamu untuk satu wanita saja, Ibumu, Ibumu, Ibumu. Bukankah wanita itu makhluk yang membingungkanmu? Bukankah kami ini sering mengecewakan? Sebagaimana Ali Bin Abi Thalib pernah berkata bahwa tidak ada kepahitan dunia yang beliau rasakan melainkan berharap kepada manusia yang paling pahit. Sudah jelas disini, bahwa Allah-lah tempat berharap yang sempurna. Yang selalu punya rencana yang indah diwaktu yang tak terduga. Yang tidak pernah mengecewakan hamba-Nya. Saudariku, jika cinta, mengadu kepada Allah. Minta kepada yang Maha membolak-balikan hati. Jika memang jodoh, dia pasti kembali. Jika tidak, kau akan mendapat lebih. Jangan kecewa, pilihan Allah pilihan terbaik. Teruslah berjalan menuju Allah, pemilik segalanya. Dekati penciptaNya, dan kau bahkan akan dipertemukan dengan orang yang jauh diluar dugaan.
Keputusan ditanganmu..

#sudahputuskansaja
#selfreminder

Alifah Nurkhairina
Gowa, 29 Mei 2018
23.47 WITA

Rabu, 02 Mei 2018

Masih dengan Hadiah yang Sama

Tangan ini, setia menggengam tangan suaminya. Tangannya, lembut, aktif membelai keempat anaknya. Dan tangan inilah yang terbiasa menadah disetiap sepertiga malamnya.

Kali ini, kau mengajarkanku lagi beberapa hal. Tentang bagaimana menjadi wanita yang tetap kuat meski cobaan begitu dahsyat.

Mama, hari ini banyak yang menyakiti perasaanku diluar sana. Saya terlalu lemah. Tapi? selalu saja ada petuah yang membantuku bangkit kembali. Selalu saja ada alasan untuk tetap berjuang saat mulai kudapati wajahmu atau hanya suaramu. Begitu lemahnya saya, jika ada masalah saya tak berdaya. Tertatih-tatih menyelesaikannya sendiri. Namun, sejauh apapun usaha yang kubuktikan, padamulah segala keluh selalu kubebankan. Mungkin saja kau juga punya beban yang ingin dibagikan, tapi hanya disimpan rapat agar kita tak saling mengeluh, agar kita bisa saling menguatkan bahkan jika engkau dalam keadaan lemah.

Mama, semaksimal mungkin baktiku kepadamu tetap prioritas. Meski ada sedikit batasan, kupercayai bahwa Ridhomu, Ridho Allah, dan pasti berkah. Mungkin masa mudaku berjalan tak seperti mahasiswa umumnya, seringkali juga mama sering meminta maaf karena katanya telah merepotkanku dengan menyuruhku mengambil alih sedikit tugasnya mengurus rumah. Tapi lambat laun, Mama telah menanamkan sedikit demi sedikit ilmu yang sampai kapanpun tidak akan pernah kudapatkan dibangku kuliah, yaitu ilmu berbakti kepada orangtua dan keluarga. 

Dampak negatifnya mungkin saya mulai mengasingkan diri dari lingkungan luar. Bukan berarti saya tidak sejalan dengan konsep Ibu Kartini, yang menyukai wanita yang mampu keluar dari zona nyaman ataupun menyamankan zonanya. Saya hanya ingin memaksimalkan bakti dan saya tidak merasa terbebani. Itu saja.

Yang paling kuingat darimu adalah "Nak, mendidik anak itu kita berlomba dengan setan. Tentang bagaimana kita bisa memenangkan pertandingan dengan bantuan Allah, libatkan terus Allah. Mama, detik ini aku kembali tersadar. seperti terngiang tentang sikap hangatmu saat kau menjaga kami dulu. Saat tak hentinya permintaan tak rasional yang kami inginkan, berusaha kau penuhi. Tentang bagaimana kau menuntun kami berjalan dengan baik. Tentang caramu mengajarkan kebaikan.

Mama, tak perlu menunggu harimu. Doa kami tetap ada, menyimpan namamu terus didalamnya. Doa kami tak sebatas saat hari bahagiamu tiba. Sehatlah selalu. Kami masih butuh dukungan dan doa. Tak ada pemandangan yang indah selain melihat senyum itu kembali. Tak ada kelembutan selain belaianmu dan tak ada kebahagian selain melihatmu tetap sehat saat kami kembali ke rumah. 
Maaf belum mampu membanggakan.

Barakallah, Mamasayang..

#29April2018
Gowa, 11.42 WITA


Selasa, 13 Maret 2018

Bagian Ketiga: Saat kau kacau.

Setelah beberapa saat kita tak bertatap muka, kemarin kulampiaskan rinduku. Hari ini ada kesempatan untuk bisa melihat wujudmu. Aku memaksimalkannya. Mempersiapkan diri sebaik mungkin. Mencoba untuk menyempurnakannya. Tak ingin terlambat memanfaatkan waktu, sayapun bergegas ke titikmu.

Diperjalanan, kuperhatikan terus arlojiku. Ah sepertinya aku terlewat. Jangan,jangan sampai. Kataku. Setibanya disana. Aku tak kuasa. Tapi takut juga. Kubuka pintu itu, dan terfokus pandanganku kepadamu. Yah kau yang saat itu tengah berjuang. Senang rasanya melihat mu lagi. Tapi aku sempat berfikir, masuk jangan? Tapi kemudian aku lebih memilih masuk, mungkin rindu yang mendorongku. Lalu aku menuju kesana, tepat beberapa meter darimu. Kuliat raut wajah yang pucat dan raga yang kurang siap. Aku bilang kau sedang tidak baik.

Lama kuperhatikan, aku semakin yakin. Kau memang sedang menyimpan beban. Ada rasa kesal didadaku. Kenapa kau? Siapa yang berani menyulitkan harimu? Aku semakin kesal karena aku tidak berdaya untuk menyuarakan cemasku.

Kemarin sore, kuliat kau untuk kesekian kalinya. Kali ini kau jauh berbeda. Tak biasanya. Nampaknya kau ada masalah. Aku ikut murung. Hari itu hilang auramu. Hari itu aku mulai mencari senyum mu.

Aku bercerita kepada teman dekatku, tentang kau yang begitu tak bersemangat. Kuceritakan padanya bahwa aku ingin sekali menanyakan ada apa gerangan. Mustahil. Kita tak saling kenal, berpapasan dijalanpun kita tak saling menyapa. Saya selalu bertanya, kira-kira kapan waktu yang pas. Namun, rasa-rasanya waktu kita selalu salah. Dia belum mengizinkan.

Kau jangan terlalu lama kacau. Karena Saya sudah bosan dengan risau. Cepat-cepatlah kau membaik, supaya aku tidak lagi tidur terbalik. Selamat malam..

Gowa, Sabtu, 10 Februari 2018.
Al-Khairina.