Selasa, 15 Desember 2015

Manis wajahmu, semanis Imanmu.




Awalnya biasa saja. Rasa yang sama yang terasa. Suasana yg tidak istimewa ketika bersama. Tidak ada apa-apa. Sedikitpun. Tapi tunggu.. ada yang menarikku. Ada satu hal yang membuatku berhenti sejenak dan berbalik arah. Rasa nya mulai beda. Orang ini beda. Kecintaannya kepada pencipta-Nya menakjubkan. Ah tapi ku fikir tak berapa lama dia akan berbeda kembali.

Lalu ku berjalan lagi. Namun kali ini rasa acuhku terkalah kan oleh rasa penasaranku. Ku berbalik arah lagi melihat sosok itu kembali. Masya Allah. Dia berdiri tegak mendirikan shalat. Bersemangat dalam berdakwah dan wajah yang basah akibat air wudhu selepas shalat yang mengingatkanku akan ayat Al-Qur'an "Maka Nikmat Tuhan Mana Lagi yang Kau Dustakan" :")

Lantas saat ini aku tak lagi beranjak pergi. Kini ku perhatikan dia agar aku bisa lebih tau akan apa yang dikerjakannya. Diam-diam ku belajar banyak dari dia. Lamunanku mulai kosong. Membayangkan segala hal yang memungkinkan timbul hayalan-hayalan aneh. Lalu ku mengambil air wudhu dan mulai mendirikan shalat. Selepas shalat, ku adukan semua perasaan ini kepada Allah. Mengadu tentang siapa sosok ini sebenarnya. Meminta petunjuk agar diri ini bisa terupgrade menjadi muslimah seutuhnya. Meminta petunjuk sekaligus meminta dipertemukan dengan pria yang Imannya menjamin. Sosok yang tengah memperbaiki dirinya untuk bertemu denganku. Sosok yang telah dituliskan takdirnya untuk tua bersamaku, untuk jadi pemimpinku didunia dan di surga nanti. Ya Allah maafkan aku jika memang ini zina. Tapi setelah mengenalnya. Aku lebih rajin dalam ibadah. Namun seiring berjalannya waktu. Aku mengubah niatku. Dan Inshaa Allah aku beribadah karena bentuk ketaatanku kepadamu, Ya Allah.

Benar-benar ku berharap bisa belajar darinya, agar bertambah kecintaanku kepadamu, ya Rabb. Sesungguhnya aku tau ini adalah dosa. Tapi inilah yang kurasakan saat ini. Mengagumi sosok yang memprioritaskan Tuhannya diatas segalanya. Seseorang yang mengingatkan ku akan tugasku sebagai hamba. Aku jatuh cinta akan ketaatannya kepadamu. Ya Rabb, jagakan dia untukku. Jika diizinkan, simpankan dia untukku :)

Rabu, 30 September 2015

Adakah?


Pertanyaan ini sering sekali mengganggu fikiranku dikala hati dan raga ini meronta ingin selalu berada disampingmu. Saat doa yang slalu kupanjatkan untuk menyentuhmu terkalahkan oleh keberanian jiwa untuk bertindak. Saat dimana kita berada di titik nyaman namun menyakitkan. Bolehkah aku slalu di dekatmu? Meski yg lain berkata tak mungkin? Bolehkah aku berbahagia bersamamu? Bolehkah aku berusaha membuatmu tersnyum krnaku? bolehkah aku nyata dalam hidupmu?

Lamunan lamaku tak pernah berubah. Hanya menjadi impian yg habis dimakan gengsi. sayang skali kau sudah terikat dengan seseorang. Dia bukan seseorang yg berarti di hidupmu, tapi kamu berarti di hidupnya. Disini lah kekuatan hati di uji. Gadis mana yg kokoh melihat org yg di sanjungnya brsama cewek lain tengah bersama. Yg sakit tak tahan tanpa harus di beritahukan. Gadis yg tangisnya meledak-ledak kendati tak tau harus berbuat apa. Gadis yg hanya mengandalkan kekuatan doa dari sang Cipta. Bolehkah aku berjuang?
Bolehkah aku jatuh cinta, Tuhan?

Selasa, 13 Januari 2015

Dedikasi Buat Ummi



Yuliawan binti Ahmad Tola.

Sebuah nama indah yang telah mengisi hari-hariku. Membuat masa kecilku jadi kenangan terindah yang tak akan bisa terlupakan. Sosok malaikat yang dikirimkan Allah untukku, untuk suaminya, untuk anaknya, untuk keluarganya dan untuk semua orang yang beruntung yang ada di sekitarnya.

Ummi, sapaan yang selalu diucapkan oleh kami kemenakan-kemenakannya. Ummi itu sosok yang penyayang buktinya dari kecil dia rawat kami, dia kasihi kami, dia jaga kami sampai kami sudah dewasa, sampai kami sudah tau mana benar mana salah, sampai kami bisa menjadi org berguna bagi siapapun, yahh betul sekali itu karena ummi. Beruntungnya kami punya kamu, ummi.

Ummi itu hebat. Menurut kami ummi itu salah satu anugerah terindah yang Allah titipkan kepada kami. Dia adalah manusia yang dimana dia berada pasti org di sekitarnya bahagia. Ummi cantik, Ummi baik, Ummi juga tomboy, sangat tomboy. Dia itu bisa jadi apapun saat kami butuh.Dia bisa jadi tukang ojek saat kami perlu kemana saja. Dia bisa jadi koki saat lapar melanda. Dia bisa jadi penghibur saat kami lagi bosan. Dia bisa jadi sosok yang sangat penyayang saat kami sangat butuh kasih sayang. Dia bisa jadi bodyguard saat kami merasa terancam dari hal apapun dan saat kami sangat butuh pertolongan.

Ummi itu orang nya sederhana. Dia juga termasuk orang yang sangat perhatian. Ummi sudah kuanggap ibu sendiri. Dan dia itu seperti sahabatku.

"Ummi, rinduka ke rumahta. Rinduka ke pare pare. Rinduka diajak jalan jalan malam disana. Rinduka di paksa ke rumahta kalau liburka. Rinduka di ajak keliling kota:( ummi ki dengarja?"

Ummi, katanya kau selalu ada buat ku? Buktinya kau pergi dengan cepat lalu meninggalkan kenangan manis. Ummi aku rinduu, apakah kau tau? Setiap saat selalu teringat masa-masa bersamamu. Ada-ada saja kejadian atau suasana yang bisa membangkitkan ingatanku terhadapmu. Jujur saja ummi, saat menulis ini butiran air berharga dari mataku tidak berhenti mengalir, tapi mungkin kau tidak tau dan tak akan pernah tau.

Ummi apakah kau lelah? apakah kau sudah capek menghadapi kerasnya dunia ini sehingga kau pergi? Ummi sudah kubilang jika kau lelah dan membutuhkan seseorang untuk membantumu menghadapi kerasnya dunia, kami masih ada. Kami masih siap mendengar keluh kesahmu. Jangan simpan bebanmu sendirian ummii :'( kau mungkin tak tau kalau ada ratusan bahkan ribuan orang yang sangat menyayangimu disini.

Ummi, katanya kamu kuat? katanya kamu itu preman pasar? Mana buktinya? Ummi yang dulu kukenal menjadi lemah dan tak berdaya.

Ummi, anakmu kini sudah 6 tahun. Sudah tambah cerdas, tambah cantik, tambah sholehah, tambah banyak yang sayang sama dia ummi. Seperti yang ummi cita-citakan Ayra kemarin ultahnya di rayakan di KFC, kadonya banyak ummi, kemarin juga Ayra seperti malaikat kecilmu ummi, cantikkkkkk sekali. Sayang di wajahnya Ayra kemarin tdk terlalu berseri karena tidak adanya sosok ibu di sampingnya. Andai ummi masih ada mungkin Ayra anak yang paling beruntung.

Ummi, izinkan saya menjaga ayra. Meskipun pasti caraku tak sebaik caramu, tapi setidaknya anakmu bahagia. Ummi akan ku bahagiakan anakmu bagaimana pun caranya dan apapun resikonya. Ummi saya tau meski saya bercerita tentangmu panjang lebar disini, kau pasti sudah tidak tau dan tidak melihatnya, tapi setidaknya mereka yang membaca ini tau bahwa Ummi itu orangnya sangat baik dan supaya mereka tau bahwa saya beruntung sekaaali punya Ummi.

Ummiii akuuu rinduu, sangat rinduuu..............
Bisakah kau hadir? Setidaknya kau ada di mimpiku.....
kumohonnn.......

Ummi ada banyak yang ingin ku ceritakan kepadamu. Tidak ada lagi orang yang bersedia meluangkan waktunya untuk mendengar ceritaku yang tak penting selain kamu. Kamu pendengar yang sangat baik dan pemberi solusi yang sangat cerdas. Bagaimana ini ummii?? jangan diam sajaaaaaa :(:(



Selasa, 06 Januari 2015

Saha-But? Mungkin?

Tak bisa terpungkiri. Tak bisa lagi terbendung. Saat itulah ku biarkan butiran air berharga mengalir melintasi kedua pipiku. Sambil menatap mu yang berada beberapa meter dariku. Mataku terfokus kepada gerak-gerikmu. Ya Tuhan, aku sedih sekali melihat pemandangan seperti itu. Lalu kupalingkan wajahku dan berusaha menyembunyikan piluku seakan-akan tak terjadi apapun.

Selalu terbesit tanya dalam hati, masih adakah aku dalam hatimu? masih dibutuhkan kah sosokku dalam hidupmu? dan selalu juga terbesit jawaban "iya,masih" dalam hatiku agar semuanya stabil. Awalnya, mereka bilang tidak ada yang spesial. Namun, selalu ada resah. Takut kehilangan, entah mengapa.

Siang itu, di bawah sejuknya pohon rindang, kuliat canda tawa yang kalian ciptakan. Aku terduduk di sisi sudut sekolah ku perhatikan 'dia' ini pandai sekali membuatmu tersenyum yah. Lalu untuk kesekian kalinya aku berbicara lagi dalam hati, "kapan aku ada disana? duduk berdua bersamamu lalu bercerita hal konyol 'lagi' tanpa ada yang mengganggu? tanpa ada si 'dia'?"

Mungkin kau sudah bosan bersamaku. Mungkin kau butuh sosok baru untuk melukis pelangi bersamamu. Mungkin kau tak mau diganggu. Ketahuilah sobat aku hanya ingin kau yang dulu, aku egois yah? maaf mungkin ini salah satu faktor sehingga kau menjauh.

Kalian kompak, kalian 'klik' dalam hal apapun, dan aku bisa apa? Mungkin aku harus beranjak pergi? Tidakk, itu bukan pilihan yang tepat karena saya masih ingin kau terlibat dalam lika-liku hidupku meski kau tak menginginkannya. Oh atau mungkin aku harus berhenti berharap? karena aku tau hal-hal apapun yang kulakukan selalu salah dimatamu. Aku berbicarapun, kini kau sudah acuh tak acuh bagaimana mau berbagi cerita?miriss, tapi ku mohon jangan pergi.

Ini terdengar sangat lebay. Memang cuman aku disini yang selalu melebih-lebihkan keadaan. Kuingat saat-saat dimana ku paling suka membuatmu marah karena tingkahku. Karena itu salah satunya cara untuk mencuri perhatian darimu yang aku rindukan.hihi

Tiba-tiba lamunanku terhenti saat ada yang menyentuhku dari arah belakang. Senang sekali aku kira itu kau? karena cuma kamu yang bersikap seperti ini kepadaku. Aku berbalik, dengan wajah senang dan penuh harapan. Namun yang kulihat bukan kamu, ternyata temanku yang lain. Ohya aku lupa kamu kan masih nyaman di sana tepat dibawah pohon bersama si 'dia'. Aku beranjak, langkah demi langkah selalu ada doa, jangan hilangkan aku dari ingatan dan hatimu, dan jangan pernah pergi dari hidupku sobat......

Senin, 22 Desember 2014

Harinya Mama.





 22 Desember 2014

Hari Ibu di Indonesia dirayakan secara nasional pada tanggal 22 Desember. Tanggal ini diresmikan oleh Presiden Soekarno di bawah Dekrit Presiden No. 316 thn. 1953, pada ulang tahun ke-25 Kongres Perempuan Indonesia 1928. Tanggal tersebut dipilih untuk merayakan semangat wanita Indonesia dan untuk meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara. Kini, arti Hari Ibu telah banyak berubah, dimana hari tersebut kini diperingati dengan menyatakan rasa cinta terhadap kaum ibu. Orang-orang saling bertukar hadiah dan menyelenggarakan berbagai acara dan kompetisi, seperti lomba memasak dan memakai kebaya.(sumber:wikipedia)

 Hari Ibu, Hari Mama, Hari Ummi, Hari Bunda, Hari Ambo, atau apapun istilahnya hari ini di dedikasikan untuk kalian para wanita yang sangat hebat.

9 bulan bertahan hidup dengan mengandung kami. Kami dihangatkan dalam kandunganmu. Sampai kami berhasil melihat dunia luar. Tangisan kami kau sambut dengan tangisan bahagia. Setelah itu kau peluk kami didalam pelukan hangatmu sampai kami benar-benar yakin kami sudah terlahir.

Momen yang sangat kau tunggu, yaitu saat dimana kami tumbuh dewasa dengan sehat. Kau ikuti kami kemanapun kaki kecil kami beranjak. Kau mengintai segala aktivitas kami layaknya kami tahananmu. Kami dibesarkan dengan kasih sayang tulusmu. Aku sayang kamu, Mama.

Setelah beranjak remaja, kami mulai berubah. Kami mulai diculik kedunia sibuk kami. Kami dituntut untuk selalu berpartisipasi atas dunia baru kami. Kami mulai lupa dengan keberadaan keluarga kami dirumah, kami juga mulai lupa dengan kehadiran mama dirumah yang 'masih' setia menunggu kami, dan mulai lupa dengan hangatnya suasana rumah saat kami berkumpul.

Mama selalu mendoakan kami anaknya di keheningan malam saat yang lain masih tertidur pulas. Mama selalu melibatkan kami dalam percakapannya dengan Sang pencipta. Nama kami tidak pernah absen dia sebut dalam barisan doanya agar kami sukses dunia akhirat tanpa kami menyuruhnya dan tanpa kami menyadarinya. Masih tersimpan di memory kami saat air matamu jatuh karena tingkah kami, saat kau mulai gelisah saat kami menghilang, saat-saat kau mulai takut ketika kami jatuh sakit dan tak berdaya dan saat kau mulai berfikir kami akan meninggalkanmu sendiri disaat hari-hari tuamu. Oh, maafkan kami mama.

Mama, jangan pernah bosan mendoakan kami. Jangan pernah bosan memantau aktivitas kami. Jangan pernah bosan melarang kami terhadap keburukan. Jangan pernah letih menghadapi sikap acuh kami. Jangan pernah lisanmu berhenti melantunkan sebaris doa untuk kami. Terima kasih atas segala pengorbananmu untuk kami. Terima kasih atas waktumu yang kau luangkan untuk kami. Terima kasih atas jiwa ragamu yang kau persembahkan untuk kami. Apalah daya kami tak mampu membalas semua baikmu. Hanya sikap dan sifat merontah yang kami tunjukkan saat bersamamu. Sikap menjengkelkan saat kami bosan bersamamu.

Mama, dihari ibu ini saya hanya bisa memberikan tulisan yang sederhana ini tanpa sesuatu yang berharga. Tunggu kami sampai kami sukses nanti.Yakinkan kami bahwa kami bisa sukses. Dorong kami dengan doamu sampai kami benar-benar menjadi manusia sejati, dan akan kami tunjukkan kepada siapapun bahwa karena engkaulah kami bisa berdiri sebagai manusia yang berguna.
Mama, kaulah bidadari nyataku. I love you.
 

Rabu, 29 Oktober 2014

Kamu, lagi.


Saat itu aku sedang menunggu.. Menunggu sesuatu yang tak pasti... Sesuatu yang mungkin sulit terjadi.. Dan sesuatu itu KAMU! Iya Kamuu...

Saat ku mulai tersadar. Mencoba bangkit dari ketidakpastian, terlintas dibenak tuk berhenti. Iya, berhenti tuk mengagumimu. Berhenti tuk menjadi pemuja rahasiamu. Berhenti mencari segala sesuatu tentang mu. Dan berhenti menunjukkan cinta yang telah tumbuh sejak lama.

Ada banyak alasan mengapa kau pantas untuk dipuja. Kamu keren, kamu manis, kamu idaman, dan kamu segalanya. Namun sayang ada satu hal yang tidak ku temukan dalam kepribadianmu. Rasa Peka!

Kucoba hilangkan rasa itu. Dan kamu tau? Sangat sulit, sayang. Semakin kucoba melupakan, semakin banyak kenangan yang bernostalgia. Tapi tenang, saya seseorang yang sadar diri kok. Saya tau posisiku saat ini. Perlahan melangkah tuk menghapus moment-moment yang ada. Tapi kamu sangat nakal. Saat aku sudah hilang ingatan tentangmu, tiba-tiba kau muncul membawa harapan kembali. Seakan-akan kau memintaku untuk mengingat kenangan manis kita kembali huh. Ku coba acuh, namun ya mungkin kau sudah terlanjur indah dihatiku.Duh kamu.

Kamis, 21 Agustus 2014

Yah, kamu.


Kau mulai hadir. Muncul dengan sendirinya bersama kepolosanmu. Tbtb memaksa diri masuk di hidupku. Dan telah berhasil membuat goresan senyum di wajahku. Semakin hari semakin jelas ragamu. Mulai mencoba menghadirkan diri lagi lewat mimpi. Dan good job kamu nyata.

Pesan singkat menjadi pilihan yang tepat agar mengenal satu sama lain. Jujur, mulai nyaman dengan bunyi 'beep-beep' dri handphone yg selalu ada harapan bahwa namamu yang nampak. Berhasil kembali kau buatku senang. Semua kata manismu masih teringat. Caramu bls pesan saat kau senang, sedih, bahkan marah masih berhasil tersimpan di memoryku. Saat malam saat yang paling kutunggu. Saat-saat dimana kau sangat manja dalam hal apapun. Duh  cintaaa..