Selasa, 12 Februari 2019

Tiba-tiba saja

BISMILLAH...
Kalimat yang selalu dia tuliskan diawal catatannya. Begitu mulianya dia memulai sesuatu bahkan pada hal sederhana.

Pernahkah kau memperhatikan gerak-gerik seseorang yang beberapa hari terakhir ini membuat harimu lebih menyenangkan? Yang beberapa hari belakangan ini entah kenapa setiap melihat updatenya muncul di lini masa media sosialmu tiba-tiba senyum mu mulai terlihat jelas memerahkan pipimu??? Yap benar. Ketika menyukai seseorang kita secara tidak sengaja menghabiskan waktu untuk mencari tau segala sesuatu tentang doi sebatas mampu kita. Berusaha mencari tau apa kegiatan sehari-harinya, asal usul keluarga, riwayat pendidikan terutama mencari tau dengan siapa sekarang dia menjalin hubungan.

Saya ingin menceritakan kisah seorang pemuda yang sangat menginspirasi. Dibanding pemuda lain, dia memang beda. Disaat yang lain tengah sibuk menghabiskan masa mudanya hanya untuk bersenang-senang, dia memilih jalur yang hanya segelintir orang mampu melewatinya. Dengan segala cita-cita dan impian yang dia sudah gantungkan pada pengharapannya sejak dulu, dia rela menderita. Merasakan semua hal yang sebagian besar manusia lain tak ingin rasakan. Berjuang, berproses! Katanya.

Saya telah membaca hampir semua tulisannya. Tulisan yang begitu mudah diterima. Kalimat sederhana tapi mewah. Nilai-nilai yang terkandungnya pun sangat mudah tersampaikan. Hanya saja, Saya sedikit heran dan kesal. Heran, karena apa yang dia tulis adalah hal-hal yang selama ini sangat ingin juga kutulis tapi belum mampu kurangkaikan kata-kata. Lalu kesal, karena dia selalu menganggap dirinya orang biasa, pemuda yang tidak punya apa-apa katanya, Ya Allah. Padahal dia salah besar. Dia adalah inspirasi. Orang hebat. Berangkat dari hal kecil perlahan-lahan dia mulai bersinar. Dikenal orang atas kebaikan hati dan ketulusannya. Mungkin memang Saya belum mengenal sepenuhnya, tapi kuyakin dia persis sama dengan karyanya, indah dan menyejukkan hati.

Dia adalah anak rantau dan Saya adalah salah satu orang yang sangat mengagumi anak rantau. Saya senang dan sangat bersemangat jika mendengar cerita tentang anak rantau. Unik, menarik, haru, bahagia, bebas, kecewa. Itu mungkin hal-hal yang paling sering kudapati dari kisah anak rantau. Berjuang, harapan, doa dan pulang adalah siklus perjalanannya.

Pemuda ini, dengan tetap menjunjung tinggi kearifan lokalnya, dia banggakan daerahnya ditanah orang. Menggemakan bahwa kampung halamannya adalah tempat terindah. Bercerita bahwa betapa Allah maha adil. Pribadi yang selalu bersyukur dan merendah meski saat ini dia tengah berada pada tahap menuju kejayaannya.

Tak hanya kebahagian, sebagai manusia biasa diapun pernah merasa kecewa dan duka. Meski yang seperti kita ketahui, anak rantau itu bebas tanpa batas, tapi dia memilih untuk tetap berada pada jalur yang dia tetapkan, jalur menuju masa depannya. Membanggakan keluarga, agama, daerah tempat tinggal dan negaranya.

Sepi, mungkin sering dia temui. Sedih mungkin selalu dia hadapi. Maka disaat seperti inilah pulang adalah salah satu jawaban atas segala luka, tentang rindu yang harus dituntaskan.

Semangat terus, wahai pemudaku. Tetap kerjakan hal-hal positif dimasa mudamu. Banggakan mereka yang selalu melambungkan doa dan pengharapan agar kau lekas kembali. Agar kau ada lagi membersamai, Agar kau kembali, mengisahkan segala lika liku perjalanan yang tak mudah, dan segera kau membangun daerahmu, sesuai harapmu.

Pulanglah, dan buatlah perubahan.
Pulanglah, dan rayakan kemenangan
Pulanglah, dan bahagiakan mereka yang selama ini masih ada, setia menanti hadirmu.

Jika memang salah satu tujuanmu menulis agar bisa menginspirasi orang lain, kalau begitu, selamat! Kau berhasil membuatku terinspirasi, sangat berhasil. Saya mengagumimu.

#Alifah Nurkhairina
#Gowa, 25 Februari 2019