Minggu, 18 September 2016

Hai anak Rantau

Inilah kami berada dilangkah awal kesuksesan
Berusaha menahan tangis yang berlapis senyuman
Adakah kami akan dirindukan
Agar kelak kembali kami yang didambakan

Seperti menjadi terlahir kembali
Berbekal doa dan keyakinan hati
Berjalan menapaki kehidupan yang begitu kejam ini
Yang memisahkan raga dengan orang terkasih

Kabar kami bak senja di waktu mendung
Dinanti tapi terkadang mesti meraung
Kiriman doa yang tak bisa lagi terbendung
Dari kalian yang kusayang dan tak sempat berkunjung

Makassar, 07 Maret 2016
#Alifah Nurkhairina.

Jumat, 26 Agustus 2016

Bisik Rindu

Kamis, 25 Agt 2016
# Gowa, 22.36 WITA


Malam ini, kuambil sang pena dan kertas putih. Kusatukan semua rasa yang perlahan hinggap. Yang tak hentinya mengusik. Kutuangkan semua perihal tentangmu. Karena yang kutangkap ada cinta dimatamu.
Malam ini, tepat disaat rindu telah menggebu-gebu. Kusandarkan raga ini di sudut ruang tak terlihat. Kuadukan bagaimana kau telah indah dihadapku. Tentang bagaimana kau telah mencuri perhatianku lebih dan tentang hebatmu menciptakan kenangan sempurna.
Malam ini, dikota yang berbeda. Rindu melayang terlalu jauh. Alun kotamu yang begitu romantis, menjadi penjagamu disepinya malam. Kau larut dalam sibuk yang luar biasa. Bahkan kau tak pernah sadar ada harap yang bergejolak, ada hati yang tulus menanti, sampai kau benar-benar terpukul, ada raga yang pecah bahagianya saat kau memberi kabar, dan ada senyum yang sudah dipendamnya sampai kau hadir kembali.
Kenapa waktu? kenapa kau baru menciptakan pertemuan singkat ini? sehingga tidak ada lagi kesempatan untuk menambah kenangan yang ada. Kenapa jarak? Kenapa kau begitu sempurna menghancurkan temu? Sehingga rindu itu meluas setiap detiknya.
Malam ini, di kota tempatku menunggu, ada bisik yang kugemakan, "Selamat malam, Mas. Kuharap Jogja tak sedingin hatimu."

- Alifah Nurkhairina.

Jumat, 29 April 2016

Kado Spesial

Selamat Milad, Mama. Hari ini tiada yang pantas kupersembahkan selain doa dan tulisan ini. Untuk seorang malaikat yang rendah hati. Untuk seorang bidadari yang bersahaja namun cantik hatinya.

Disaat hatimu resah, kembali kau teringat kepada kami. Anak - anakmu yang tengah berjuang menjemput sukses. Kembali lagi kami disapa oleh lambaian rindu dan bisikan doa. Sesuatu yang kami rindukan saat beranjak. Kembali lagi kami merasakan seruan semangat. Dari suara telepon di seberang sana. Selalu ada cerita yang terlontarkan. Bahkan tak jarang pula terdengar tangis yang tertahan.

Maaf atas segala khilaf yang pernah tercipta. Maaf atas segala kekurangan yang pernah ada. Maaf atas perlakuan kasar yang sempat hadir. Maaf atas ketidaknyamanan saat kami memberontak. Maaf atas segala hal yang membuat mu susah.

Terima kasih atas doa di sepertiga malammu. Terima kasih sudah menopang saat kami tumbang. Terima kasih atas masakan yang selalu nikmat di setiap saat. Terima kasih sudah menjadi rumah untuk kami berlindung. Terima kasih sudah setia menunggu sampai kaki kami menginjak teras rumah. Terima kasih atas kasih sayang yang tak henti. Terima kasih atas ilmu dan bimbingan untuk menjadi manusia yang beretika. Kepada Allah dan kepada sesama. Terima kasih sudah menjadi istri yang sempurna bagi ayah kami. Terima kasih sudah memperkenalkan kami dengan Allah. Terima kasih sudah menyimpan sepotong surga untuk kami.

Mama, tersenyumlah. Saat kami pulang nanti, pastikan senyum itu tetap indah dan tetap terukir setia untuk kami, para jagoanmu. Terima kasih untuk mu mama, sang pemilik pelukan sempurna.😌

Selasa, 15 Desember 2015

Manis wajahmu, semanis Imanmu.




Awalnya biasa saja. Rasa yang sama yang terasa. Suasana yg tidak istimewa ketika bersama. Tidak ada apa-apa. Sedikitpun. Tapi tunggu.. ada yang menarikku. Ada satu hal yang membuatku berhenti sejenak dan berbalik arah. Rasa nya mulai beda. Orang ini beda. Kecintaannya kepada pencipta-Nya menakjubkan. Ah tapi ku fikir tak berapa lama dia akan berbeda kembali.

Lalu ku berjalan lagi. Namun kali ini rasa acuhku terkalah kan oleh rasa penasaranku. Ku berbalik arah lagi melihat sosok itu kembali. Masya Allah. Dia berdiri tegak mendirikan shalat. Bersemangat dalam berdakwah dan wajah yang basah akibat air wudhu selepas shalat yang mengingatkanku akan ayat Al-Qur'an "Maka Nikmat Tuhan Mana Lagi yang Kau Dustakan" :")

Lantas saat ini aku tak lagi beranjak pergi. Kini ku perhatikan dia agar aku bisa lebih tau akan apa yang dikerjakannya. Diam-diam ku belajar banyak dari dia. Lamunanku mulai kosong. Membayangkan segala hal yang memungkinkan timbul hayalan-hayalan aneh. Lalu ku mengambil air wudhu dan mulai mendirikan shalat. Selepas shalat, ku adukan semua perasaan ini kepada Allah. Mengadu tentang siapa sosok ini sebenarnya. Meminta petunjuk agar diri ini bisa terupgrade menjadi muslimah seutuhnya. Meminta petunjuk sekaligus meminta dipertemukan dengan pria yang Imannya menjamin. Sosok yang tengah memperbaiki dirinya untuk bertemu denganku. Sosok yang telah dituliskan takdirnya untuk tua bersamaku, untuk jadi pemimpinku didunia dan di surga nanti. Ya Allah maafkan aku jika memang ini zina. Tapi setelah mengenalnya. Aku lebih rajin dalam ibadah. Namun seiring berjalannya waktu. Aku mengubah niatku. Dan Inshaa Allah aku beribadah karena bentuk ketaatanku kepadamu, Ya Allah.

Benar-benar ku berharap bisa belajar darinya, agar bertambah kecintaanku kepadamu, ya Rabb. Sesungguhnya aku tau ini adalah dosa. Tapi inilah yang kurasakan saat ini. Mengagumi sosok yang memprioritaskan Tuhannya diatas segalanya. Seseorang yang mengingatkan ku akan tugasku sebagai hamba. Aku jatuh cinta akan ketaatannya kepadamu. Ya Rabb, jagakan dia untukku. Jika diizinkan, simpankan dia untukku :)

Rabu, 30 September 2015

Adakah?


Pertanyaan ini sering sekali mengganggu fikiranku dikala hati dan raga ini meronta ingin selalu berada disampingmu. Saat doa yang slalu kupanjatkan untuk menyentuhmu terkalahkan oleh keberanian jiwa untuk bertindak. Saat dimana kita berada di titik nyaman namun menyakitkan. Bolehkah aku slalu di dekatmu? Meski yg lain berkata tak mungkin? Bolehkah aku berbahagia bersamamu? Bolehkah aku berusaha membuatmu tersnyum krnaku? bolehkah aku nyata dalam hidupmu?

Lamunan lamaku tak pernah berubah. Hanya menjadi impian yg habis dimakan gengsi. sayang skali kau sudah terikat dengan seseorang. Dia bukan seseorang yg berarti di hidupmu, tapi kamu berarti di hidupnya. Disini lah kekuatan hati di uji. Gadis mana yg kokoh melihat org yg di sanjungnya brsama cewek lain tengah bersama. Yg sakit tak tahan tanpa harus di beritahukan. Gadis yg tangisnya meledak-ledak kendati tak tau harus berbuat apa. Gadis yg hanya mengandalkan kekuatan doa dari sang Cipta. Bolehkah aku berjuang?
Bolehkah aku jatuh cinta, Tuhan?

Selasa, 13 Januari 2015

Dedikasi Buat Ummi



Yuliawan binti Ahmad Tola.

Sebuah nama indah yang telah mengisi hari-hariku. Membuat masa kecilku jadi kenangan terindah yang tak akan bisa terlupakan. Sosok malaikat yang dikirimkan Allah untukku, untuk suaminya, untuk anaknya, untuk keluarganya dan untuk semua orang yang beruntung yang ada di sekitarnya.

Ummi, sapaan yang selalu diucapkan oleh kami kemenakan-kemenakannya. Ummi itu sosok yang penyayang buktinya dari kecil dia rawat kami, dia kasihi kami, dia jaga kami sampai kami sudah dewasa, sampai kami sudah tau mana benar mana salah, sampai kami bisa menjadi org berguna bagi siapapun, yahh betul sekali itu karena ummi. Beruntungnya kami punya kamu, ummi.

Ummi itu hebat. Menurut kami ummi itu salah satu anugerah terindah yang Allah titipkan kepada kami. Dia adalah manusia yang dimana dia berada pasti org di sekitarnya bahagia. Ummi cantik, Ummi baik, Ummi juga tomboy, sangat tomboy. Dia itu bisa jadi apapun saat kami butuh.Dia bisa jadi tukang ojek saat kami perlu kemana saja. Dia bisa jadi koki saat lapar melanda. Dia bisa jadi penghibur saat kami lagi bosan. Dia bisa jadi sosok yang sangat penyayang saat kami sangat butuh kasih sayang. Dia bisa jadi bodyguard saat kami merasa terancam dari hal apapun dan saat kami sangat butuh pertolongan.

Ummi itu orang nya sederhana. Dia juga termasuk orang yang sangat perhatian. Ummi sudah kuanggap ibu sendiri. Dan dia itu seperti sahabatku.

"Ummi, rinduka ke rumahta. Rinduka ke pare pare. Rinduka diajak jalan jalan malam disana. Rinduka di paksa ke rumahta kalau liburka. Rinduka di ajak keliling kota:( ummi ki dengarja?"

Ummi, katanya kau selalu ada buat ku? Buktinya kau pergi dengan cepat lalu meninggalkan kenangan manis. Ummi aku rinduu, apakah kau tau? Setiap saat selalu teringat masa-masa bersamamu. Ada-ada saja kejadian atau suasana yang bisa membangkitkan ingatanku terhadapmu. Jujur saja ummi, saat menulis ini butiran air berharga dari mataku tidak berhenti mengalir, tapi mungkin kau tidak tau dan tak akan pernah tau.

Ummi apakah kau lelah? apakah kau sudah capek menghadapi kerasnya dunia ini sehingga kau pergi? Ummi sudah kubilang jika kau lelah dan membutuhkan seseorang untuk membantumu menghadapi kerasnya dunia, kami masih ada. Kami masih siap mendengar keluh kesahmu. Jangan simpan bebanmu sendirian ummii :'( kau mungkin tak tau kalau ada ratusan bahkan ribuan orang yang sangat menyayangimu disini.

Ummi, katanya kamu kuat? katanya kamu itu preman pasar? Mana buktinya? Ummi yang dulu kukenal menjadi lemah dan tak berdaya.

Ummi, anakmu kini sudah 6 tahun. Sudah tambah cerdas, tambah cantik, tambah sholehah, tambah banyak yang sayang sama dia ummi. Seperti yang ummi cita-citakan Ayra kemarin ultahnya di rayakan di KFC, kadonya banyak ummi, kemarin juga Ayra seperti malaikat kecilmu ummi, cantikkkkkk sekali. Sayang di wajahnya Ayra kemarin tdk terlalu berseri karena tidak adanya sosok ibu di sampingnya. Andai ummi masih ada mungkin Ayra anak yang paling beruntung.

Ummi, izinkan saya menjaga ayra. Meskipun pasti caraku tak sebaik caramu, tapi setidaknya anakmu bahagia. Ummi akan ku bahagiakan anakmu bagaimana pun caranya dan apapun resikonya. Ummi saya tau meski saya bercerita tentangmu panjang lebar disini, kau pasti sudah tidak tau dan tidak melihatnya, tapi setidaknya mereka yang membaca ini tau bahwa Ummi itu orangnya sangat baik dan supaya mereka tau bahwa saya beruntung sekaaali punya Ummi.

Ummiii akuuu rinduu, sangat rinduuu..............
Bisakah kau hadir? Setidaknya kau ada di mimpiku.....
kumohonnn.......

Ummi ada banyak yang ingin ku ceritakan kepadamu. Tidak ada lagi orang yang bersedia meluangkan waktunya untuk mendengar ceritaku yang tak penting selain kamu. Kamu pendengar yang sangat baik dan pemberi solusi yang sangat cerdas. Bagaimana ini ummii?? jangan diam sajaaaaaa :(:(



Selasa, 06 Januari 2015

Saha-But? Mungkin?

Tak bisa terpungkiri. Tak bisa lagi terbendung. Saat itulah ku biarkan butiran air berharga mengalir melintasi kedua pipiku. Sambil menatap mu yang berada beberapa meter dariku. Mataku terfokus kepada gerak-gerikmu. Ya Tuhan, aku sedih sekali melihat pemandangan seperti itu. Lalu kupalingkan wajahku dan berusaha menyembunyikan piluku seakan-akan tak terjadi apapun.

Selalu terbesit tanya dalam hati, masih adakah aku dalam hatimu? masih dibutuhkan kah sosokku dalam hidupmu? dan selalu juga terbesit jawaban "iya,masih" dalam hatiku agar semuanya stabil. Awalnya, mereka bilang tidak ada yang spesial. Namun, selalu ada resah. Takut kehilangan, entah mengapa.

Siang itu, di bawah sejuknya pohon rindang, kuliat canda tawa yang kalian ciptakan. Aku terduduk di sisi sudut sekolah ku perhatikan 'dia' ini pandai sekali membuatmu tersenyum yah. Lalu untuk kesekian kalinya aku berbicara lagi dalam hati, "kapan aku ada disana? duduk berdua bersamamu lalu bercerita hal konyol 'lagi' tanpa ada yang mengganggu? tanpa ada si 'dia'?"

Mungkin kau sudah bosan bersamaku. Mungkin kau butuh sosok baru untuk melukis pelangi bersamamu. Mungkin kau tak mau diganggu. Ketahuilah sobat aku hanya ingin kau yang dulu, aku egois yah? maaf mungkin ini salah satu faktor sehingga kau menjauh.

Kalian kompak, kalian 'klik' dalam hal apapun, dan aku bisa apa? Mungkin aku harus beranjak pergi? Tidakk, itu bukan pilihan yang tepat karena saya masih ingin kau terlibat dalam lika-liku hidupku meski kau tak menginginkannya. Oh atau mungkin aku harus berhenti berharap? karena aku tau hal-hal apapun yang kulakukan selalu salah dimatamu. Aku berbicarapun, kini kau sudah acuh tak acuh bagaimana mau berbagi cerita?miriss, tapi ku mohon jangan pergi.

Ini terdengar sangat lebay. Memang cuman aku disini yang selalu melebih-lebihkan keadaan. Kuingat saat-saat dimana ku paling suka membuatmu marah karena tingkahku. Karena itu salah satunya cara untuk mencuri perhatian darimu yang aku rindukan.hihi

Tiba-tiba lamunanku terhenti saat ada yang menyentuhku dari arah belakang. Senang sekali aku kira itu kau? karena cuma kamu yang bersikap seperti ini kepadaku. Aku berbalik, dengan wajah senang dan penuh harapan. Namun yang kulihat bukan kamu, ternyata temanku yang lain. Ohya aku lupa kamu kan masih nyaman di sana tepat dibawah pohon bersama si 'dia'. Aku beranjak, langkah demi langkah selalu ada doa, jangan hilangkan aku dari ingatan dan hatimu, dan jangan pernah pergi dari hidupku sobat......